Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

Nuansa Hikmah Sebulan Penuh: Mengukir Kecintaan pada Rasulullah

Sidoarjo – Setiap tahun, datangnya bulan Rabiul Awal selalu membawa getaran spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Namun, di Pondok Pesantren As Sakinah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diolah menjadi sebuah laku spiritual yang menyeluruh, sebuah maraton ibadah dan refleksi yang berlangsung selama satu bulan penuh. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan lahiriah, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk menghidupkan kembali suri teladan agung Rasulullah SAW dalam sanubari setiap santri dan civitas akademika. Tujuannya yaitu meneladani Nabi Muhammad SAW

Pijar Harian dari Lantunan Sholawat

Intensitas kegiatan di Pondok As Sakinah dimulai dari rutinitas harian yang tidak pernah absen. Setiap malam, usai sholat Isya berjamaah, seluruh santri berkumpul dalam majelis yang teduh untuk melaksanakan Sholawat Harian. Ini adalah jantung dari perayaan sebulan ini, denyut yang memastikan energi spiritual pondok selalu terjaga.

Sholawat ini memiliki kekhasan tersendiri. Para santri secara bergantian setiap jenjang  bertindak sebagai pemimpin majelis, sebuah sistem yang tidak hanya melatih keberanian dan kemampuan vokal, tetapi juga menanamkan rasa kepemilikan terhadap tradisi keilmuan Nabi. Suara-suara lembut yang melantunkan pujian kepada Sang Pembawa Rahmat itu seolah menjadi penenang malam, menjadi bekal batin bagi para santri yang sedang menuntut ilmu.

Tonggak Awal dan Pertemuan Puncak Keberkahan

Rangkaian panjang ini secara resmi dibuka dengan acara Pembukaan Maulid Nabi yang penuh khidmat. Momen ini menjadi penanda dimulainya fokus spiritual pondok. Acara sakral ini dipimpin langsung oleh Bapak Kyai H. Ir. Taat Budi Utomo, selaku Muaziz atau pendiri pondok. Kehadiran beliau, didampingi seluruh santri dan dewan guru, menegaskan bahwa perayaan ini adalah agenda kelembagaan yang mendapatkan perhatian tertinggi. Kyai Taat Budi Utomo dalam sambutannya senantiasa mengingatkan bahwa inti Maulid adalah pembaharuan niat dan penguatan komitmen untuk mengikuti sunnah Nabi.

Setelah berjalannya rutin harian, perayaan mencapai puncaknya dalam dua malam istimewa yang menjadi penutup bulan penuh berkah.

Malam Maulid Nabi yang pertama menjadi ajang konsolidasi internal yang hangat. Seluruh komite, guru, dan santri berbaur bersama Muaziz pendiri pondok dalam suasana kekeluargaan. Malam itu diisi dengan pembacaan mahalul qiyam yang syahdu, menciptakan atmosfer spiritual yang meresap hingga ke relung jiwa, mengingatkan kembali akan perjuangan dan kemuliaan akhlak Rasulullah.

Peringatan Maulid Nabi Akbar kemudian menjadi acara yang lebih luas dan meriah. Kehadiran sosok ulama ternama, yaitu Habib Jamal dari Malang, Jawa Timur Bersama Gus Lukman hakim  menambah bobot dan keberkahan acara. Beliau membawakan tausiyah yang mendalam, mengupas tuntas riwayat hidup Nabi dan relevansinya bagi kehidupan modern. Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen pondok, Masyarakat sekitar pondok, dan  ditambah dengan kehadiran para komite sebagai wujud dukungan mereka terhadap pendidikan karakter berbasis kenabian di As Sakinah. Kehadiran Habib Jamal seolah menjadi penutup spiritual yang manis dan berkesan.

Rouha Bukhori: Merangkul Seribu Peserta dan Generasi Penerus

Komitmen Pondok As Sakinah untuk menyebarkan cahaya kenabian melampaui batas gerbang pondok. Hal ini terwujud melalui kegiatan akbar Rouha Bukhori yang menjadi magnet bagi komunitas yang lebih luas. Kegiatan ini berhasil menghadirkan kurang lebih 1000 peserta, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap tradisi keilmuan ini.

Rouha Bukhori istimewa karena pelaksanaannya tidak hanya terpusat di Pondok As Sakinah, tetapi juga merambah ke unit pendidikan di bawah naungannya, yakni TK dan SD Sabilillah. Keputusan untuk melibatkan sekolah di tingkat dasar ini adalah strategi edukatif yang halus namun kuat. Ia memastikan bahwa benih-benih kecintaan dan pengenalan terhadap sosok Nabi Muhammad SAW telah ditanamkan sejak usia dini, membentuk karakter generasi penerus yang berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Secara keseluruhan, sebulan penuh kegiatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren As Sakinah adalah narasi eksposisi tentang dedikasi. Ini adalah bukti nyata bahwa upaya meneladani Nabi tidak bisa hanya diwujudkan dalam satu malam, melainkan harus dihidupkan melalui rutinitas, keteladanan, dan penyebaran ilmu yang berkelanjutan. Rangkaian acara ini menjadi cermin bahwa Pondok As Sakinah bertekad mencetak santri yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang lembut dan perilaku yang meneladani Rasulullah SAW.